Indonesia
sebagai salah satu negara yang memiliki obyek-obyek wisata yang sangat menarik
telah secara serius memperhatikan perkembangan sektor pariwisata, hal ini
ditunjukkan dengan dicanangkannya sektor ini sebagai penghasil devisa utama di
tahun 2008 dengan program ”Visit Indonesia 2008”.
Penetapan
tahun 2008 sebagai tahun kunjungan wisata mengharuskan sektor ini berbenah diri
karena sektor ini sangat diandalkan untuk bisa menyumbang devisa yang sangat
berarti bagi negara kita yang sedang mengalami keterpurukan ekonomi ini.
Obyek
wisata yang ada di Indonesia merupakan salah satu dari kekayaan alam yang patut
untuk dibanggakan. Setiap daerah di Indonesia memiliki keunikan baik dari segi
keindahannya maupun adat istiadat yang ada di daerah tersebut sehingga menarik
minat wisatawan untuk mengunjunginya.
Sektor
pariwisata sebagai kegiatan perekonomian telah menjadi andalan dan prioritas
pengembangan bagi sejumlah Negara, terlebih bagi Negara berkembang seperti
Indonesia yang memiliki potensi wilayah yang luas dengan adanya daya tarik
wisata cukup besar, banyaknya keindahan alam, aneka warisan sejarah budaya dan
kehidupan masyarakat.
Untuk
meningkatkan peran kepariwisataan, sangat terkait antara barang berupa obyek
wisata sendiri yang dapat dijual dengan sarana dan prasarana yang mendukungnya
yang terkait dalam industri pariwisata. Usaha mengembangkan suatu daerah tujuan
wisata harus memperhatikan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap keberadaan
suatu daerah tujuan wisata.
Propinsi
Kalimantan Selatan memiliki banyak daya tarik wisata alam salah satunya ada di
daerah Banjarbaru yaitu Danau Seran. Namun masih banyak wistawan yang belum
mengetahui adanya objek wisata Danau Seran serta sarana dan prasarana yang
masih minim, oleh karena perlu adanya penjelasan kepada khalayak umum dan
penambahan sarana dan prasarana mengenai objek wisata Danau Seran.
Keadaan Sarana dan
Prasarana di Objek Wisata Danau Seran
Sebuah objek wisata baru di Kota
Banjarbaru, Kalimantan Selatan menjadi sangat terkenal akhir-akhir ini. Danau
Seran yang terletak di Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka atau sekitar 20
kilometer dari Kota Banjarbaru kabarnya telah dikunjungi oleh ribuan orang
sepanjang libur awal tahun 2017 ini. Bagi beberapa masyarakat Kalimantan Selatan
mungkin tempat wisata Danau Seran belumlah begitu populer. Jika ditanyakan apa
saja tempat wisata di Provinsi Kalimantan Selatan, mungkin pasar terapung dan
Pulau Kembang menjadi jawaban posisi teratas. Entah bagi warga Kalimantan
Selatan sendiri, apakah tempat wisata ini populer atau biasa saja.
Danau seran ini merupakan objek wisata yang terletak
di Kota Banjarbaru. Danau ini letaknya tidak jauh dari pusat kota. Bahkan tempat
wisata ini bisa dikatakan merupakan wisata
kota. Tepatnya berada di jalan Guntung Manggis. Tidak jauh dari bandara
Syamsudin Noor. Lokasinya berada di pertengahan kompleks perumahan.
Memang tidak terlalu besar, tapi
keunikan dari danau ini adalah airnya yang jernih, biru dan agak
kehijau-hijauan. Agak mirip seperti air di kolam renang. Saking jernihnya, kita
bahkan bisa melihat dasar dari danau ini yang berupa rerumputan. Tapi itu
berlaku untuk dasar yang berada di bibir danau, kalau sudah ditengah, maka
sudah tidak kelihatan karena kedalamannya.
Danau Seran ini bisa dikategorikan sebagai tempat
wisata buatan. Karena dulunya tempat ini adalah bekas lokasi penambangan. Ada
yang bilang tambang intan, ada pula yang bilang tambang penggalian pasir.
Apapun itu yang pasti saat ini lokasi tersebut sudah menjelma menjadi tempat
wisata yang segar dan layak diperhitungkan.
Fasilitas wisata di tempat ini diantaranya adalah
sepeda bebek, jukung, dan kelotok wisatawan yang digunakan untuk berkeliling ataupun
menyeberang ke pulau di tengah danau. Selain itu di tempat ini juga ada
“dermaga khusus” tempat pengunjung yang ingin mandi atau berenang. Disini sudah
disediakan tempat penyewaan rompi dan pelampung dari ban dalam. Hanya saja
tempat berenangnya ini menjadi satu dengan kawasan tempat orang main sepeda
bebek dan lintasan kelotok wisatawan, sehingga agak sedikit risih bagi yang ingin
mandi atau berenang.
Bagi yang tidak bisa berenang disarankan
jangan bercebur langsung dari dermaga ini. Meskipun sudah ada pelampung. Karena
kedalaman air cukup memungkinkan untuk membuat orang dewasa tenggelam. Bagi
yang bisa berenang tidak masalah. Namun apabila anda tidak bisa berenang bisa
mencari spot lain yang aman dan memang memiliki tepian yang dangkal. Letaknya memang
agak jauh, tapi tidak searea dengan bebek-bebekan dan kelotok wisatawan. Disini
tidak ada penyewaan pelampung dan rompi.
Meskipun tempat ini sudah lama dikelola,
tapi dari fasilitas yang ada tampaknya masih butuh penanganan serius. Misalnya
toilet, tempat parkir, keamanan yang siap selalu memantau supaya tidak ada
orang yang tenggelam, ditengah pulau itu banyak terdapat sampah jadi perlu di
tambah tempat pembuangan sampah, jalan menuju lokasi masih jalan tanah sehingga
kalau hujan sangat licin dan becek, menambah fasilitas-fasillitas menarik untuk
berfoto-foto.
Mengapa perbaikan fasilitas sangat
penting? karena kalau dilihat kedepannya tempat ini punya potensi yang sangat
besar untuk menjadi salah satu destinasi wisata alternatif di tengah kota.
Selain itu apabila sarana dan prasana tidak ditingkatkan objek wisata danau
seran ini tidak bisa bersaing dengan objek wisata lain khususnya danau caramin
yang letaknya berdekatan dengan danau seran yang sekarang ini banyak dikunjungi
orang-orang karena pengelolaannya yang sangat baik dan banyak terdapat tempat
unik-unik untuk berfoto bagi kaum muda. Padahal danau ini airnya tidak bisa
dimanfaatkan untuk berenang karena tidak baik untuk kesehatan dan airnya tidak
sejernih danau seran.
Saya pribadi berharap dengan di buatnya
tulisan di blog ini tempat wisata danau seran ini bisa dikelola lebih baik
lagi, seperti misalnya toilet, tempat parkir, dan beberapa infrastruktur lainnya
perlu ditingkatkan lagi. Karena kalau dilihat kedepannya tempat ini punya
potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu destinasi wisata alternatif
di tengah kota.
Sumber
Rujukan
Diktat
Pariwisata oleh Dra. Agung
Pramunarti M.Si.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar