Selasa, 13 Juni 2017

Sabta Pesona Pasar Terapung di Kalsel (Geografi Pariwisata)

Pariwisata
Pariwisata atau turisme adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini. Seorang wisatawan atau turis adalah seseorang yang melakukan perjalanan paling tidak sejauh 80 km (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan rekreasi, merupakan definisi oleh organisasi pariwisata
Definisi yang lebih lengkap,turisme adalah industri jasa. Mereka menangani jasa mulai dari transportasi, jasa keramahan, tempat tinggal, makanan, minuman dan jasa bersangkutan lainnya seperti bank, asuransi, keamanan dll. Dan juga menawarkan tempat istrihat, budaya, pelarian, petualangan,pengalaman baru dan berbeda lainnya.
Banyak negara bergantung banyak dari industri pariwisata ini sebagai sumber pajak dan pendapatan untuk perusahaan yang menjual jasa kepada wisatawan. Oleh karena itu pengembangan industri pariwisata ini adalah salah satu strategi yang dipakai oleh Organisasi Non-Pemerintah untuk mempromosikan wilayah tertentu sebagai daerah wisata untuk meningkatkan perdagangan melalui penjualan barang dan jasa kepada orang non-lokal.

Pasar Terapung
Pasar Terapung adalah sebutan untuk sarana jual beli yang terletak di atas perairan, misalnya sungai atau danau. Para penjual dan pembeli masing-masing berada di atas perahu-perahu. Ada sejumlah pasar terapung yang aktif beroperasi selama bertahun-tahun di Asia, antara lain di Indonesia dan Thailand.


‘’PASAR TERAPUNG SIRING BANJARMASIN’’
Pasar terapung Siring Sungai Martapura lokasi nya di tengah kota banjarmasin berdekatan dengan wisata menara pandang, dan wisata  Tugu Bekantan Banjarmasin. Di Pasar Terapung ini para pedagang merapat di area pinggiran siring, dan pembeli di atas titian yang mengapung dengan alas bambu. Pasar terapung siring sungai martapura ini paling ramai di kunjungi di bandingkan Pasar Terapung Kuin dan Pasar Terapung Lokba Intan, mungkin karena mudahnya akses ke sini dan waktu yang lumayan panjang beroperasinya pasar tradisional ini, menjadikan Pasar Terapung Siring Sungai Martapura favorit masyarakat Banjarmasin untuk mengisi waktu liburan.




Pasar terapung siring banjarmasin

Tidak hanya ibu-ibu atau bapak-bapak yang berkunjung di sini, banyak pemuda-pemudi juga berkunjung disini, tidak semuanya dari pengunjung membeli dagangan para pedagang pasar terapung, terkadang hanya sekedar foto-foto dengan teman-temannya dengan back ground para pedagang pasar terapung.Rata-rata pedagang pasar terapung ini adalah ibu-ibu, dan yang mereka jual pun macam-macam. Di antaranya;
1.      Bahan-bahan dapur, buah-buahan, sayur mayur.
2.      Wadai / kue khas Banjarmasin seperti; putu mayang, buras, lapat, jagung besumap (jagung kukus).
3.      Makanan khas Banjar, seperti Soto Banjar, ketupat kandangan, dll.
Para pengunjung dan wisatawan bisa mengunjungi pasar terapung piere tendean ini setiap hari Minggu di pagi hari. Mulai dari pukul 06.00 – 10.00 WITA. Biasanya jika datang terlalu siang, para pedagang yang berjualan di klotok sudah mengangkut dagangannya kembali. Di pasar terapung ini, kita juga bisa menemukan makanan tradisional jaman dulu, seperti gulali tarik, gulali rambut, dan tebu. Rasanya enak sekali saat bisa menikmati makanan jaman anak-anak sambil memandangi sungai. Tidak hanya menikmati keramaian pasar terapung di lokasi pasar terapung di sini pengunjung juga bisa menikmati pemandangan sekitar sungai martapura dengan menaiki kapal klotok (perahu kecil), pengunjung cukup menyisihkan Rp.5000/orang sudah dapat menikmati keindahan sungai martapura dan pemandangan sekitarnya dengan rute yang sudah di tentukan.


‘’PASAR TERAPUNG LOK BAINTAN’’
Pasar Terapung Lok Baintan merupakan sebuah pasar terapung tradisional yang ada di Kalimantan Selatan. Berlokasi di Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Pasar terapung ini merupakan salah satu dari dua pasar terapung tertua di Kalimantan Selatan selain dengan Pasar Terapung Muara Kuin yang berada di Kecamatan Banjarmasin Utara. Konon katanya kedua pasar terapung ini sudah ada sejak masa pemerintahan Kerajaan Kesultanan Banjar



Salah satu dagangan pasar terapung lok baintan

Di Pasar Terapung Lok Baintan ini dijual berbagai macam barang dagangan, umumnya adalah hasil produksi perkebunan dan berbagai makanan tradisional. Para pedagang yang berjualan disini berasal dari beberapa desa yang ada di sepanjang anak Sungai Martapura dan sekitar kawasan Pasar Lok Baintan. Kebanyakan para pedagang berjualan disini adalah para ibu-ibu yang dengan lincahnya mengayuh “jukung”, sebuah perahu kecil yang menggunakan dayung.
Saat memasuki perairan pasar terapung ini, para pedagangnya akan menyambut pengunjung dengan ramah. Biasanya, jukung mereka akan langsung mendekati kelotokpengunjung untuk menawarkan barang dagangan. Pengunjung juga akan disuguhi penampilan khas para pedagangnya yang memakai topi khas Banjar yang disebut tanggui. Ada juga yang memakai riasan wajah berupa pupur dingin, dengan senyum manis penuh keramahan. Suasana bertransaksi di pasar ini tampak sangat tradisional.


‘’PASAR TERAPUNG KUIN’’
Pasar Terapung Muara [Sungai] Kuin atau Pasar Terapung Sungai Barito adalah pasar terapung tradisional yang berada di atas sungai Barito di muara sungai Kuin, Banjarmasin,  Kalimantan Selatan. Pasar Terapung Muara Kuin merupakan pusaka saujana Kota Banjarmasin. Para pedagang dan pembeli menggunakan  jukung, sebutan perahu dalam bahasa Banjar. Pasar ini mulai setelah salat Subuh sampai selepas pukul tujuh pagi. Matahari terbit memantulkan cahaya di antara transaksi sayur-mayur dan hasil kebun dari kampung-kampung sepanjang aliran sungai Barito dan anak-anak sungainya.

                
                                    Pasar terapung di Kuin

Para pedagang wanita yang berperahu menjual hasil produksinya sendiri atau tetangganya disebut dukuh, sedangkan tangan kedua yang membeli dari para dukuh untuk dijual kembali disebut panyambangan. Keistemewaan pasar ini adalah masih sering terjadi transaksi barter antar para pedagang berperahu, yang dalam bahasa Banjar disebut bapanduk.
Kini pasar terapung Kuin dipastikan menyusul punah berganti dengan pasar darat. Banyak wisatawan yang berkunjung ke Kuin harus menelan kekecewaan karena tidak menjumpai adanya geliat eksotisme pasar di atas air.
Kepunahan pasar tradisional di daerah "seribu sungai" ini dipicu oleh kemaruk budaya darat serta ditunjang dengan pembangunan daerah yang selalu berorientasi kedaratan. Jalur-jalur sungai dan kanal musnah tergantikan dengan kemudahan jalan darat. Masyarakat yang dulu banyak memiliki jukung, sekarang telah bangga memiliki sepeda motor atau mobil.
        
    Dari unsur Sapta Pesona yang ada Pasar Terapung Lok Baintan dapat dijelaskan sebagai berikut.
      1)      Aman
Dilihat dari segi keamanannya, Pasar Terapung Lok Baintan, siring banjarmasin dan kuin bisa dibilang cukup aman karena proses interaksinya yang berada di atas air sehingga cukup sulit untuk menjalankan tindak kejahatan misalnya pencopetan. Selain itu, setiap kelotok sudah dilengkapi dengan pelampung keselamatan sehingga tidak perlu khawatir untuk tenggalam.
      2)      Tertib
Dilihat dari segi ketertibannya, Pasar Terapung Pasar Terapung Lok Baintan, siring banjarmasin dan kuin masih kurang tertib karena tidak ada aturan yang mengatur pada pedagang dan pembeli.
      3)      Indah
Dilihat dari segi keindahannya, Pasar Terapung Pasar Terapung Lok Baintan, siring banjarmasin dan kuin cukup indah karena Pasar Terapung ini berada di daerah pedesaan yang masih asri. 
      4)      Bersih
Dilihat dari segi kebersihannya, Pasar Terapung Pasar Terapung Lok Baintan, siring banjarmasin dan kuin cukup bersih karena sedikitnya ditemukan sampah di sungai, tidak seperti di Pasar Terapung Siring dimana banyak sampah sisa makanan yang dibuang pengunjung secara sembarangan.
      5)      Sejuk
Dilihat dari segi kesejukannya, Pasar Terapung Pasar Terapung Lok Baintan, siring banjarmasin dan kuin sangat sejuk karena berada di daerah pedesaan dimana banyak pohon-pohon hijau di sekitar aliran sungai dan aktivitasnya saat pagi hari.
      6)      Ramah Tamah
Dilihat dari segi keramahtamahannya, pada pedagang di Pasar Terapung Pasar Terapung Lok Baintan, siring banjarmasin dan kuin sangatlah ramah. Hal itu terlihat saat mereka bersedia dan mau untuk diwawancara dan kita diperbolehkan untuk naik jukung bersama pedagang.
      7)      Kenangan
Dilihat dari kenangannya, Pasar Terapung Pasar Terapung Lok Baintan, siring banjarmasin dan kuin  menyimpan kenangan yang tidak dapat dilupakan oleh pengunjung karena suasana tradisional yang masih sangat kental dalam proses jualbeli ditambah dengan keunikan yang lain dimana hanya sedikit pasar-pasar tradisional yang aktivitasnya dilakukan di atas air bahkan terbilang hanya ada beberapa di dunia.

Dari segi sarana dan prasarana yang ada, Pasar Terapung Lok Baintan  masih kurang dan kebersihan sungai perlu diperhatikan  harus lebih dikelola dan dibangun seperti jalan, dermaga umum, tempah ibadah, tempah penginapan, toilet umum dan masih banyak lagi. Disamping itu juga harus ada kesadaran dari masyarakat disana sebagai pengelola untuk menjaga dan menggiatkan sektor ini sebagai potensi besar yang dapat mengangkat dan menunjang pembangunan di sekitar kawasan tersebut. Selain itu, hal yang patut dilakukan adalah membangun toko cinderamata yang menjual barang dengan ikon-ikon khas Pasar Terapung Lok Baintan. Hal ini juga tidak bisa berjalan tanpa bantuan pemerintah tentunya untuk terus menggiatkan sektor pariwisata ini dan terus membantu menunjang pengelolaan sektor pariwisata Pasar Terapung Lok Baintan sebagai warisan bagi anak cucu yang merupakan bagian dari harta warisan Kalimantan Selatan.



DAFTAR PUSTAKA





Tidak ada komentar:

Posting Komentar